BANTAENG suarindonesianewscom – Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, mengikuti kegiatan Tasyakuran Swasembada Pangan Nasional yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting di Aula Kantor Desa Bonto Cinde, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Rabu (7/1/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program strategis pemerintah pusat yang diinisiasi langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagai bentuk komitmen memperkuat kemandirian dan ketahanan pangan nasional.
Dalam sambutannya, Bupati Bantaeng menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan program prioritas nasional yang mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Ia menekankan, keberhasilan program tersebut tidak terlepas dari peran vital para petani sebagai garda terdepan ketahanan pangan.
“Program swasembada pangan ini menjadi perhatian serius Presiden Republik Indonesia. Sektor pertanian adalah fondasi utama, dan petani memegang peran besar dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” ujar Bupati.
Ia juga menyampaikan bahwa berbagai kebijakan pemerintah pusat telah memberikan dampak positif bagi petani, di antaranya optimalisasi lahan pertanian serta penetapan harga gabah sebesar Rp6.500 per kilogram. Kebijakan harga tersebut dikawal langsung oleh TNI melalui jajaran Kodim guna memastikan pelaksanaannya sesuai ketentuan pemerintah.
Selain itu, persoalan pupuk yang sempat dikeluhkan petani pada 2023–2024 kini mulai teratasi. Pada tahun 2025, ketersediaan pupuk dipastikan aman bagi petani yang telah terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
“Bagi petani yang sudah terdata dalam RDKK, ketersediaan pupuk InsyaAllah aman. Sementara yang belum terdata, pemerintah terus melakukan pendataan agar seluruh petani dapat terakomodasi,” jelasnya.
Sebagai bentuk keberpihakan terhadap petani, Presiden Republik Indonesia juga menetapkan kebijakan penurunan harga pupuk hingga 20 persen, guna menekan biaya produksi dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Sementara itu, Dandim 1410 Bantaeng Letkol Arh. Muh. Husni Hidayat Muchlis menyampaikan bahwa penyerapan beras program SPHP dilakukan langsung oleh Babinsa dan personel Kodim kepada masyarakat. Langkah ini bertujuan mencegah permainan harga serta memastikan distribusi sesuai ketentuan Bulog.
Ia juga mengungkapkan rencana pemerintah pusat terkait pembangunan Koperasi Merah Putih yang akan bersinergi dengan kelompok tani, baik sebagai tempat penyimpanan maupun penyaluran hasil pertanian.
“Diharapkan seluruh program ini dapat terintegrasi dan memberikan manfaat nyata bagi petani,” ujarnya.
Kegiatan tasyakuran ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, dan para petani dalam menjaga serta meningkatkan ketahanan pangan nasional, khususnya di Kabupaten Bantaeng.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 1410 Bantaeng, Kasat Binmas Polres Bantaeng AKP Agus Salim mewakili Kapolres Bantaeng, Kepala Dinas Pertanian Mahyudin, Camat Bissappu Sitti Juhaedah, Kepala Desa Bonto Cinde Mantasari, serta perwakilan kelompok tani se-Kabupaten Bantaeng.